WASIAT SEORANG IBU KEPADA ANAK PEREMPUANNYA

Rabu, 06 November 2013

0 komentar
Anjuran Berwasiat Kepada Calon Isteri
Anas mengatakan bahwasanya para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika mempersembahkan (menikahkan) anak perempuan kepada calon suaminya, mereka memerintahkan kepadanya untuk berkhidmat kepada suami dan senantiasa menjaga hak suami.

Pesan Bapak Kepada Anak Perempuannya Saat Pernikahan
Abdullah bin Ja’far bin Abu Thalib mewasiatkan anak perempuannya, seraya berkata, “Jauhilah olehmu perasaan cemburu, karena rasa cemburu adalah kunci jatuhnya thalak. Juga jauhilah olehmu banyak mengeluh, karena keluh kesah menimbulkan kemarahan, dan hendaklah kamu memakai celak mata karena itu adalah perhiasan yang paling indah dan wewangian yang paling harum”.

Pesan Ibu Kepada Anak Perempuannya
Diriwayatkan bahwa Asma binti Kharijah Al-Farzari berpesan kepada anak perempuannya disaat pernikahannya, “Sesungguhnya engkau telah keluar dari sarang yang engkau tempati menuju hamparan yang tidak engkau ketahui, juga menuju teman yang engkau belum merasa rukun dengannya. Oleh karena itu jadilah engkau sebagai bumi baginya, maka dia akan menjadi langit untukmu. Jadilah engkau hamparan baginya, niscaya ia akan menjadi tiang untukmu. Jadilah engkau hamba sahaya baginya, maka niscaya ia akan menjadi hamba untukmu. Janganlah engkau meremehkannya, karena niscaya dia akan membencimu dan janganlah menjauh darinya karena dia akan melupakanmu. Jika dia mendekat kepadamu maka dekatkanlah dirimu, dan jika dia menjauhimu maka menjauhlah darinya. Jagalah hidungnya, pendengarannya, dan matanya. Janganlah ia mencium sesuatu darimu kecuali wewangian dan janganlah ia melihatmu kecuali engkau dalam keadaan cantik. [1]

Pesan Amamah binti Harits Kepada Anak Perempuannya Saat Pernikahan.
Amamah bin Harits berpesan kepda anak perempuannya tatkala membawanya kepada calon suaminya, “Wahai anak perempuanku! Bahwasanya jika wasiat ditinggalkan karena suatu keistimewaan atau keturunan maka aku menjauh darimu. Akan tetapi wasiat merupakan pengingat bagi orang yang mulia dan bekal bagi orang yang berakal. Wahai anak perempuanku! Jika seorang perempuan merasa cukup terhadap suami lantaran kekayaan kedua orang tuanya dan hajat kedua orang tua kepadanya, maka aku adalah orang yang paling merasa cukup dari semua itu. Akan tetapi perempuan diciptakan untuk laki-laki dan laki-lakai diciptakan untuk perempuan. Oleh karena itu, wahai anak perempuanku! Jagalah sepuluh perkara ini.
Ø  Pertama dan kedua : Perlakuan dengan sifat qana’ah dan mu’asyarah melalui perhatian yang baik dan ta’at, karena pada qan’aah terdapat kebahagiaan qalbu, dan pada ketaatan terdapat keridhaan Tuhan.
Ø  Ketiga dan keempat : Buatlah janji dihadapannya dan beritrospeksilah dihadapannya. Jangan sampai ia memandang jelek dirimu, dan jangan sampai ia mencium darimu kecuali wewangian.
Ø  Kelima dan keenam : Perhatikanlah waktu makan dan tenangkanlah ia tatkala tidur, karena panas kelaparan sangat menjengkelkan dan gangguan tidur menjengkelkan.
Ø  Ketujuh dan kedelapan : Jagalah harta dan keluarganya. Dikarenakan kekuasaan dalam harta artinya pengaturan keuangan yang bagus, dan kekuasaan dalam keluarga artinya perlakuan yang baik.
Ø  Kesembilan dan kesepuluh : Jangan engkau sebarluaskan rahasianya, serta jangan engkau langgar peraturannya. Jika engkau menyebarluaskan rahasianya berarti engkau tidak menjaga kehormatannya. Jika engkau melanggar perintahnya berarti engkau merobek dadanya. [2]
Bahwasanya keagungan baginya yang paling besar adalah kemuliaan yang engkau persembahkan untuknya, dan kedamaian yang paling besar baginya adalah perlakuanmu yang paling baik. Ketahuilah, bahwasanya engkau tidak merasakan hal tersebut, sehingga engkau mempengaruhi keinginannya terhadap keinginanmu dan keridhaannya terhadap keridhaanmu (baik terhadap hal yang engkau sukai atau yang engkau benci). Jauhilah menampakkan kebahagiaan dihadapannya jika ia sedang risau, atau menampakkan kesedihan tatkala ia sedang gembira.
Tatkala Ibnu Al-Ahwash membawa anak perempuannya kepada amirul mukminin Ustman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu, dan orang tuanya telah memberinya nasihat, Ustman berkata, “Pondasi mana saja, bahwasanya engkau mengutamakan perempuan dari suku Quraisy, karena mereka adalah perempuan yang paling pandai memakai wewangian daripada engkau. Oleh karena itu perliharalah dua perkataan : Nikahlah dan pakailah wewangian dengan menggunakan air hingga wangimu seperti bau yang ditimpa air hujan.
Ummu Mu’ashirah menasihati anak perempuannya dengan nasihat sebagai berikut (sungguh aku membuatnya tersenyum bercampur sedih): Wahai anakku.. engkau menerima untuk menempuh hidup baru… kehidupan yang mana ibu dan bapakmu tidak mempunyai tempat di dalamnya, atau salah seorang dari saudaramu. Dalam kehidupan tersebut engkau menjadi teman bagi suamimu, yang tidak menginginkan seorangpun ikut campur dalam urusanmu, bahkan juga daging darahmu. Jadilah istri untuknya wahai anakku, dan jadilah ibu untuknya. Kemudian jadikanlah ia merasakan bahwa engkau adalah segala-galanya dalam kehidupannya, dan segala-galanya di dunia.
Ingatlah selalu bahwasanaya laki-laki anak-anak atau dewasa memiliki kata-kata manis yang lebih sedikit, yang dapat membahagiankannya. Janganlah engkau membuatnya berperasaan bahwa dia menikahimu menyebabkanmu merasa jauh dari keluarga dan sanak kerabatmu. Sesungguhnya perasaan ini sama dengan yang ia rasakan, karena dia juga meninggalkan rumah orang tuanya, dan keluarga karena dirimu. Tetapi perbedaan antara dia dan kamu adalah perbedaan antara laki-laki dan perempuan, dan perempuan selalu rindu kepada keluarga dan tempat ia dilahirkan, berkembang, besar dan menimba ilmu pengetahuan. Akan tetapi sebagai seorang isteri ia harus kembali kepada kehidupan baru. Dia harus membangun hidupnya bersama laki-laki yang menjadi suami dan perlindungannya, serta bapak dari anak-anaknya. Inilah duaniamu yang baru.
Wahai anakku, inilah kenyataan yang engkau hadapi dan inilah masa depanmu. Inilah keluargamu, dimana engkau dan suamimu bekerja sama dalam mengarungi bahtera rumah tannga. Adapun bapakmu, itu dulu. Sesungguhnya aku tidak memintamu untuk melupakan bapakmu, ibumu dan sanak saudaramu, karena mereka tidak akan melupakanmu selamanya wahai buah hatiku. Bagaimana mungkin seorang ibu melupakan buah hatinya. Akan tetapi aku memintamu untuk mencintai suamimu dan hidup bersamanya, dan engkau bahagia dengan kehidupan berumu bersamanya.
Seorang perempuan berwasiat kepada anak perempuannya, seraya berkata, “Wahai anakku, jangan kamu lupa dengan kebersihan badanmu, karena kebersihan badanmu menambah kecintaan suamimu padamu. Kebersihan rumahmu dapat melapangkan dadamu, memperbaiki hubunganmu, menyinari wajahmu sehingga menjadikanmu selalu cantik, dicintai, serta dimuliakan di sisi suamimu. Selain itu disenangi keluargamu, kerabatmu, para tamu, dan setiap orang yang melihat kebersihan badan dan rumah akan merasakan ketentraman dan kesenangan jiwa”.
[Disalin dari buku Risalah Ilal Arusain wa Fatawa Az-Zawaz wa Muasyaratu An-Nisaa, Edisi Indonesia Petunjuk Praktis dan Fatwa Pernikahan, Penulis Abu Abdurrahman Ash-Shahibi,Penerbit Najla Press] 
_________
FooteNote
[1]. Ahkamu An-Nisa karangan Ibnu Al-Jauzi hal.79
[2]. Ahkamu An-Nisa karangan Ibnu Al-Jauzi hal.80


KEPADA (YAHUDI) UMAT YANG DIMURKAI

0 komentar

Oleh:
Syaikh Robi’ bin Hadi Al-Madkholy -Rahimahullahu Ta’ala.
17 oktober 2010


Kepada umat yang dimurkai, yang Allah berfirman tentang mereka,

فَبَاؤُواْ بِغَضَبٍ عَلَى غَضَبٍ وَلِلْكَافِرِينَ عَذَابٌ مُّهِينٌ

“Karena itu mereka mendapat murka sesudah (mendapat) kemurkaan. dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan.” (Al Baqoroh : 90)

Kepada umat yang hina dina yang Allah timpakan kepada mereka kehinaan karena kekufuran mereka dan perbuatan mereka membunuh para nabi.

﴿ ضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُواْ إِلاَّ بِحَبْلٍ مِّنْ اللهِ وَحَبْلٍ مِّنَ النَّاسِ وَبَاؤُوا بِغَضَبٍ مِّنَ اللهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ الْمَسْكَنَةُ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُواْ يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللهِ وَيَقْتُلُونَ الأَنبِيَاء بِغَيْرِ حَقٍّ ذَلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُواْ يَعْتَدُونَ ﴾

“Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh Para Nabi tanpa alasan yang benar. yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampaui batas”. (Ali Imron : 112)

Inilah sebagian sifat-sifat kalian yang menyebabkan kalian hina, rendah dan mendapatkan murka dari Allah. Dan tidak akan tegak kekuasaan kalian kecuali kalian berpegang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia sampai masa kita ini dan sampai hari kiamat.

Kalian tidak punya sandaran keimanan dan akidah, kalian juga tidak punya sandaran sifat kejantanan dan keberanian. Kalian senantiasa berperang dari balik-balik tembok, perpecahan sesama kalian  sangatlah keras.

Sesungguhnya sifat-sifat keji kalian sangatlah banyak, antara lain : khianat, mungkir, membuat-buat fitnah, menyalakan api peperangan, membuat kerusakan di muka bumi dan setiap kali kalian menyalakan api peperangan Allah memadamkannya. Sejarah kalian sungguh hitam dan kehinaan kalian tidak asing lagi bagi seluruh umat-umat.

Untuk umat (Yahudi) ini aku katakan – dan juga dikatakan oleh setiap muslim yang tulus : Janganlah kalian angkuh dan sombong. Janganlah kalian terpedaya oleh kemenangan semu yang kalian dapatkan. Sesungguhnya kalian  demi Allah tidak pernah menang atas pasukan Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallama dan tidak pernah menang atas akidah Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallama; yaitu akidah tauhid “Laa Ilaaha Illallah”. Kalian tidak pernah menang atas pasukan yang dipimpin oleh orang-orang semisal Kholid bin Al Walid, Abu Ubaidah bin Al Jarroh, Sa’ad bin Abi Waqqosh, Amru bin Al ‘Ash dan Nu’man bin Muqrin dari orang-orang yang terdidik di atas akidah Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallama dan manhaj Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama. Serta mereka mendidik pasukan mereka di atas itu, dan memimpin mereka untuk meninggikan Kalimatullah. Orang-orang yang lebih kuat dan perkasa dari kalian seperti balatentara kisra dan kaisar tidak sanggup berdiri menghadang mereka.
Kalian tidak pernah menang atas pasukan yang seperti ini jati diri, akidah dan manhajnya, dan yang cita-citanya adalah menegakkan Kalimatullah. Kalian hanya menang melawan pasukan-pasukan dari generasi-generasi yang dikatakan Allah Ta’ala,

﴿ فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا ﴾

“Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, Maka mereka kelak akan menemui kesesatan,”. (Maryam : 59)

Kalian menang atas pasukan yang kebanyakan mereka tidak berakidah seperti akidah Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama dan sahabat-sahabatnya, tidak mengikuti manhaj Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama dan tentaranya, tujuannya pun tidak sama dengan tujuan yang dulu mereka berjihad karenanya.

Atas orang-orang yang seperti buih-buih di permukaan airlah kalian menang. Dikarenakan kesia-siaan dan kegagalan mereka negara kalian bisa tegak, dan kalian merasa berkuasa di bumi serta menyebarkan kerusakan padanya

﴿ وَقَضَيْنَا إِلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ فِي الْكِتَابِ لَتُفْسِدُنَّ فِي الأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا . فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ أُولاهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُواْ خِلالَ الدِّيَارِ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُولاً . ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ الْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَاكُم بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَاكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا . إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لأَنفُسِكُمْ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ الآخِرَةِ لِيَسُوؤُواْ وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُواْ الْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُواْ مَا عَلَوْا تَتْبِيرًا ﴾

“Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan Itulah ketetapan yang pasti terlaksana. kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai”. (Al Isro’ : 4-7)

Inilah sejarah kalian, dan beginilah Allah memperlakukan kalian. Sekalipun ini telah berlalu di tangan orang-orang majusi. Maka kalian – insya Allah – akan mendapatkan apa yang lebih dahsyat dari itu ditangan tentara Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama, tentara islam sebagaimana Allah telah mengancam kalian dengan itu karena kerendahan dan kehinaan kalian di sisiNya.


﴿ وَإِنْ عُدتُّمْ عُدْنَا وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ حَصِيرًا ﴾

“Dan Sekiranya kamu kembali kepada (kedurhakaan) niscaya Kami kembali (mengazabmu) dan Kami jadikan neraka Jahannam penjara bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Al-Isro’ :

Sekarang kalian kembali mengulangi kedurhakaan, dan akan kembali kepada kalian hukuman yang keras dari Allah yang tidak pernah mengingkari janji-Nya, dan di atas tangan-tangan pasukan Muhamad bukan di tangan anak-anak buatan kalian dan barat yang Kristen dan matrealisme. Jangan kalian angkuh dan bangga, demi Allah kalian tidak pernah menang atas islam, tidak atas pasukan Muhamad, (Umar) Al Faruq, Kholid dan saudara-saudaranya dari tentara-tentara Allah dan tentara-tentara islam.

Kepada seluruh kaum muslimin – pemerintah dan rakyatnya, kelompok-kelompok dan golongan-golongan, para ulama dan cendikiawan- sampai kapan kalian cenderung kepada kehidupan yang hina ini!?  Sampai kapan kalian hidup seperti buih-buih di lautan!? Sampai kapan!? Dan sampai kapan!? Mana orang-orang pintar kalian!? Mana ulama-ulama kalian!? Mana para cendikiawan kalian!? Dan mana panglima-panglima pasukan kalian!? Kalian telah mendirikan ribuan sekolah dan universitas, lantas apa buahnya!? Demi Allah, kalau sepersepuluh dari orang-orang yang menisbatkan diri kepada sekolah-sekolah dan universitas-universitas ini  tegak di atas Minhaj Nubuwwah, baik akidah, akhlak, dan undang-undang, niscaya akan menerangi dunia dengan cahaya keimanan dan tauhid, serta sirnalah kegelapan kebodohan, syirik dan bid’ah. Dan musuh-musuh kalian tidak akan menguasai kalian seperti saat ini. Dan jika ada sebagian perguruan tinggi ini tegak di atas manhaj yang hak ini orang-orang yang tidak menyukai manhaj ini menyusup kedalamnya, lalu mempengaruhi perjalanannya dan merobah haluan kebanyakan orang-orang yang menisbatkan diri kepadanya, maka hanya kepada Allah semata tempat mengadu.

Tidakkah realita pahit ini mewajibkan kalian untuk mengkaji ulang konsep-konsep sekolah-sekolah dan perguruan-perguruan tinggi kalian serta konsep pembinaan kalian? Tidakkah telah datang saatnya untuk berpikir sungguh-sungguh dalam merobah kondisi ini? Dan membalikkan menjadi lebih baik, serta menegakkan manhaj-manhaj islamiyah yang shohih yang bersumber dari Kitabullah dan Sunnah shollallahu ‘alahi wa sallama dan Manhaj as Salafush sholeh. Demi Allah tidak akan baik akhir umat ini kecuali dengan apa-apa yang telah membuat baik generasi awalnya.

Robahlah manhaj-manhaj ini, yang kebanyakannya tidak menghasilkan untuk kalian kecuali buih-buih diatas permukaan air. Tegakkanlah di atas puing-puingnya manhaj robbany yang tidak ada kebaikan, keberuntungan dan kesuksesan di dunia dan akhirat bagi kalian kecuali dengannya, jika kalian menginginkan untuk diri kalian dan umat kalian keberuntungan, kebaikan dan kemenangan atas musuh-musuh, terutama atas orang-orang yang Allah timpakan atas mereka kehinaan dan kerendahan (yahudi).

Dan kepada para pemimpin kaum muslimin – secara khusus – sesungguhnya di atas pundak kalian ada tanggung jawab yang sangat besar;
·         Pertama : komitmen kalian kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, serta siroh Al Khulafa’ Ar Rosyidin, dalam akidah, ibadah dan politik kalian. Dan dalam membawa rakyat kalian serta mendidik mereka di atas itu semua.

Adalah kewajiban dari Robb kalian atas kalian untuk mencampakkan undang-undang buatan manusia – demi Allah – yang terkebelakang itu. Lalu memimpin umat kalian dalam segala aspek kehidupannya dengan Kitabullah dan sunnah Rasul-Nya serta sunnah khulafa ar rosyidin; baik yang berkaitan dengan agama maupun dunianya.

Sesungguhnya kalian adalah hamba-hamba Allah, hidup di bumi-Nya, dan dari rizkiNya lah kalian makan, minum dan berpakaian. Maka merupakan kewajiban kalian untuk mengibadati-Nya, bersyukur kepada-Nya dan berbangga dengan agama serta syari’at-Nya, lalu kalian berpegang teguh dengannya, dan mewajibkan rakyat kalian untuk memegang teguhnya, karena manusia itu mengikuti agama raja-rajanya. Sesungguhnya Allah mengangkat sesuatu dengan kekuasaan, apa yang tidak diangkatnya dengan Al Qur’an, sebagaimana dikatakan oleh Al Kholifah Ar Rosyid Utsman.

·         Kedua : hendaklah kalian membentuk pasukan-pasukan islamiyah yang terdidik di atas Al Kitab dan As Sunnah serta di atas azas-azas kemiliteran islami. untuk merealisasikan tujuan dan cita-cita pasukan pengikut Nabi Muhammad, kalian wajib mendidiknya di atas akidah dan manhaj Muhamad shollallahu ‘alaihi wa sallama, Al Faruq dan Kholid. Serta mendidik mereka di atas cita-cita yang telah digariskan Allah untuk Muhamad dan sahabat-sahabatnya, agar mereka menjadi tentara Allah sejati. Ketika itulah kalian tidak akan terkalahkan.
﴿ وَإِنَّ جُندَنَا لَهُمُ الْغَالِبُونَ ﴾

“Dan Sesungguhnya tentara Kami Itulah yang pasti menang”. (Ash-Shoffat : 173)

Bukan di atas cita-cita dan tujuan duniawiyah, slogan-slogan jahiliyah seperti sukuisme, nasionalisme dan rasisme, serta apa yang lebih buruk dari pada itu.

Sungguh telah cukup bagi kalian – insya Allah – dan telah cukup bagi umat kalian apa yang menimpa kalian dan mereka, yaitu pelecehan umat paling hina lagi rendah dan tantangan mereka kepada kalian. Serta keangkuhan, kesombongan dan perbuatan aniaya mereka kepada kalian. Demi Allah tidak ada yang bisa menolak keburukan dan kesombongan ini melainkan dengan berpegang teguh kepada islam dan mendidik umat kalian serta pasukan-pasukan kalian di atas pokok-pokoknya dan dasar-dasarnya di samping itu meruntuhkan segala syi’ar, pemikiran dan akidah yang telah membawa umat kepada realita pahit ini.

Dan kepada rakyat Palestina – secara khusus – rakyat ini wajib mengetahui; bahwasanya (dahulu) Palestina tidak ditaklukan kecuali dengan islam ditangan (Umar) Faruq-nya islam serta pasukan-pasukan islamiyahnya. Dan Palestina tidak akan bisa dibebaskan dari kotoran yahudi kecuali dengan islam yang hak, yang dengannya dahulu Palestina ditaklukan melalui tangan Al Faruq (Umar).

Kalian telah banyak berjuang dan sangat banyak. Saya tidak pernah mengetahui suatu bangsa yang memiliki kesabaran seperti kesabaran kalian. Akan tetapi banyak dari kalian tidak mengemban akidah Al Faruq dan manhajnya. Kalau jihad kalian tegak di atas ini, niscaya problema kalian akan lenyap, dan kalian pasti meraih kemenangan. Maka wajib atas kalian menegakkan akidah-akidah kalian, manhaj-manhaj kalian dan jihad kalian di atas Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Kalian wajib berpegang teguh semuanya dengan tali Allah dan janganlah berpecah-belah. Lakukanlah semua ini dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan; di mesjid-mesjid, sekolah-sekolah dan perguruan tinggi-perguruan tinggi kalian. Serta tepatilah janji kepada Allah dalam semua itu – insya Allah – untuk mewujudkan kemenangan sesungguhnya atas yahudi saudara-saudara kera dan babi.

Dan sesungguhnya penduduk Syam yang muslim dijanjikan kemenangan atas yahudi dan nasrani melalui lisan Ash Shodiqul Mashduq shollallahu ‘alaihi wa sallama. Maka sinsingkanlah lengan niscaya Allah akan mewujudkan janjiNya untuk kalian. Tanpa itu kalian tidak akan mendapatkan kecuali kerugian.

Demi Allah, tidak bermanfaat bagi kalian campur tangan Amerika dan PBB, begitu juga sukuisme dan nasionalisme yang dimurkai Allah.

Segeralah! Segeralah jalani sebab-sebab kemenangan hakiki. Telah cukup bagi kalian pengalaman-pengalaman yang tidak memberikan apa-apa untuk kalian. Janganlah seperti yang dikatakan (permisalan arab), “Bagaikan seekor onta ditengah gurun, mati kehausan Sedangkan ia membawa air di atas punggungnya”.

Ya Allah, wujudkanlah untuk umat ini perkara yang baik yang padanya wali-wali-Mu menjadi mulia dan musuh-musuh-Mu padanya menjadi hina. Ya Allah tinggikanlah Kalimat-Mu, muliakanlah Din-Mu dan muliakanlah dengannya kaum muslimin, bimbinglah mereka kepada-Mu dan kepada agama-Mu, sesungguhnya Engkau Maha mendengarkan do’a.



Sumber :

MENGENALI ASAM URAT DALAM TUBUH

Jumat, 18 Oktober 2013

0 komentar


Penyusun :
Asrori bin Maryunan, A. Md
(Raden Abdurrahman)


Asam urat (bahasa Inggris: uric acid, urate) adalah senyawa turunan purina dengan rumus kimia C5H4N4O3 dan rasio plasma antara 3,6 mg/dL (~214µmol/L) dan 8,3 mg/dL (~494µmol/L) (1 mg/dL = 59,48 µmol/L)[2].


Menurut dr. Sagiran, M.Kes., Sp.B. (2007), Asam urat merupakan produk zat buangan hasil metabolisme purin. Purin terutama berasal dari bahan makanan yang kita konsumsi berupa daging, Jeroan, seafood, ragi, alcohol, dan makana siap saji (makanan kaleng) serta buah durian dan alpukat juga mengandung purin tinggi [3]. 
 
Menurut Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma (2008), Asam urat merupakan zat buangan metabolisme purin dalam tubuh yang kemudian dibuang melalui urin. Kadar asam urat yang tinggi dalam darah akan menyebar ke dalam rongga-rongga sendi sehingga mengakibatkan peradangan akut/terjadi gout. Serangan pertama gout pada umumnya berupa serangan akut yang terjadi pada sendi ibu jari kaki. Namun dapat juga menyerang sendi lain, seperti pada tumit, lutut dan siku. Serangan gout umumnya terjadi secara mendadak (kebanyakan menyerang pada malam hari). Sendi-sendi yang terserang tampak merah, mengilat, bengkak, kulit di atasnya terasa panas disertai rasa nyeri yang hebat, dan persendian sulit digerakkan. Biasanya, serangan akut gout berkaitan dengan konsumsi makanan yang mengandung purin tinggi. Apabila penyakitnya telah menahun/kronis dapat timbul tofus yaitu benjolan-benjolan yang berisi cairan putih yang mengandung kristal asam urat [4].
 
Kelebihan (hiperurisemia, hyperuricemia) atau kekurangan (hipourisemia, hyporuricemia) kadar asam urat dalam plasma darah ini sering menjadi indikasi adanya penyakit atau gangguan pada tubuh manusia.
 
Pada manusia, asam urat adalah produk terakhir lintasan katabolisme nukleotida purina, sebab tiadanya enzim urikase yang mengkonversi asam urat menjadi alantoin. Kadar asam urat yang berlebih dapat menimbulkan batu ginjal dan/atau pirai di persendian.[5]
 
Kadar normal asam urat dalam darah untuk laki-laki adalah 3,4 – 7,0 mg/dl. Kadar normal asam urat dalam darah untuk wanita adalah 2,4 – 6,7 mg/dl. Seseorang dikatakan menderita asam urat tinggi bila pemeriksaan menunjukan kadar asam urat di atas 7 mg/dl untuk pria dan lebih dari 6 mg/dl untuk wanita. Kadar asam urat dalam darah diharapkan stabil pada sekitar 5 mg/dl.
 
Peningkatan kadar asam urat dalam darah salah satunya disebabkan oleh tingginya asupan makanan yang mengandung purin. Semakin tinggi pemasukan zat purin maka produksi asam urat juga semakin meningkat. Oleh karena itu, penderita penyakit asam urat dianjurkan untuk diet rendah purin untuk mengurangi pembentukan asam urat. Kadar purin dalam makanan normal selama sehari bisa mencapai 600-1000 mg, sedangkan diet (control) rendah purin dibatasi hanya mengandung 120-150 mg purin.

Ø  Penyakit asam urat
Penyakit asam urat merupakan akibat dari konsumsi zat purin secara berlebihan. Purin diolah tubuh menjadi asam urat, tapi jika kadar asam urat berlebih, ginjal tidak mampu mengeluarkan sehingga kristal asam urat menumpuk di persendian. Akibatnya sendi terasa nyeri, bengkak dan meradang.[6]
Asam urat adalah penyakit dari sisa metabolisme zat purin yang berasal dari sisa makanan yang kita konsumsi. Purin sendiri adalah zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup. Dengan kata lain, dalam tubuh makhluk hidup terdapat zat purin ini, lalu karena kita memakan makhluk hidup tersebut, maka zat purin tersebut berpindah ke dalam tubuh kita. Berbagai sayuran dan buah-buahan juga terdapat purin. Purin juga dihasilkan dari hasil perusakan sel-sel tubuh yang terjadi secara normal atau karena penyakit tertentu. Biasanya asam urat menyerang pada usia lanjut, karena penumpukan bahan purin ini.
Menurut dr. Sagiran, M.Kes., Sp.B. (2007), Peningkatan asam urat dalam darah akan berakibat penumpukan deposit di tulang dan sendi. Lokasi yang sering terkena adalah pangkal jari kaki, tumit, lutut, dan siku.
Sekitar 90% penyakit asam urat disebabkan oleh ketidakmampuan ginjal membuang asam urat (zat purin) secara tuntas dari tubuh melalui air seni. Sebagian kecil lainnya karena tubuh memproduksi asam urat (zat purin) secara berlebihan. Penyakit asam urat kebanyakan diderita oleh pria di atas 40 tahun dan wanita yang telah menopause. Penderita asam urat biasanya juga memiliki keluhan lain seperti tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, diabetes dan aterosklerosis. Separuh dari penderita asam urat adalah orang yang kegemukan. Bila dibiarkan, penyakit asam urat bisa berkembang menjadi batu ginjal dan mengakibatkan gagal ginjal.[7].  

Ø Gejala penyakit asam urat sangat khas dan mempunyai tiga tahapan [8]
  • Tanda Dan Gejala Tahap Pertama
Tahap pertama disebut tahap artritis gout akut atau peradangan asam urat akut. Pada tahap ini penderita akan mengalami serangan artritis yang khas dan serangan tersebut akan menghilang tanpa pengobatan dalam waktu 5 – 7 hari. Karena cepat menghilang, maka sering penderita menduga kakinya keseleo atau kena infeksi sehingga tidak menduga terkena penyakit asam urat dan tidak melakukan pemeriksaan lanjutan.
 
Bahkan, dokter yang mengobati kadang-kadang tidak menduga penderita sudah terserang penyakit asam urat tahap awal. Karena serangan pertama kali ini sangat singkat waktunya dan sembuh sendiri, sering penderita berobat ke tukang urut dan waktu sembuh menyangka hal itu disebabkan hasil urutan/pijatan. Padahal, tanpa diobati atau diurut pun serangan asam urat tahap pertama ini akan hilang sendiri.
Setelah serangan pertama, penderita akan masuk pada gout interkritikal. Pada keadaan ini penderita dalam keadaan sehat selama jangka waktu tertentu. Jangka waktu antara seseorang dan orang lainnya berbeda. Ada yang hanya satu tahun, ada pula yang sampai 10 tahun, tetapi rata-rata berkisar 1 – 2 tahun. Panjangnya jangka waktu tahap ini menyebabkan seseorang lupa bahwa ia pernah menderita serangan artritis gout atau menyangka serangan pertama kali dahulu tak ada hubungannya dengan gejala penyakit asam urat.
  • Tanda Dan Gejala Tahap Kedua
Gejala atau tanda asam urat tahap kedua disebut sebagai tahap artritis gout akut intermiten. Setelah melewati masa gout interkritikal selama bertahun-tahun tanpa gejala yang berarti, penderita akan memasuki tahap ini, ditandai dengan serangan artritis atau peradangan yang khas. Selanjutnya penderita akan sering mendapat serangan (kambuh) yang jarak antara serangan yang satu dan serangan berikutnya makin lama makin rapat dan lama, serangan makin lama makin panjang, serta jumlah sendi yang terserang makin banyak. Pada tanda dan gejala asam urat tahap kedua inilah penderita baru menyadari kalau dia sudah terkena serangan penyakit asam urat. Penanganan pada tahap kedua ini tentu akan lebih sulit ketimbang pada tahap pertama.
  • Tanda Dan Gejala Asam Urat Tahap Ketiga
Gejala penyakit asam urat tahap ketiga disebut sebagai tahap artritis gout kronik bertofus. Tahap ini terjadi bila penderita telah menderita sakit selama 10 tahun atau lebih. Pada tahap ini akan terjadi benjolan-benjolan di sekitar sendi yang sering meradang yang disebut sebagai tofus. Tofus ini berupa benjolan keras yang berisi serbuk seperti kapur yang merupakan deposit dari kristal monosodium urat. Tofus ini akan mengakibatkan kerusakan pada sendi dan tulang di sekitarnya. Tofus pada kaki bila ukurannya besar dan banyak akan mengakibatkan penderita tidak dapat menggunakan sepatu lagi. 


Ø  Pantangan penderita asam urat[9]
  • Jeroan: ginjal, limpa, babat, usus, hati, paru dan otak
  • Seafood: udang, cumi-cumi, sotong, kerang, remis, tiram, kepiting, ikan teri, ikan sarden
  • Ekstrak daging seperti abon dan dendeng
  • Makanan yang sudah dikalengkan (contoh: kornet sapi, sarden)
  • Daging kambing, daging sapi, daging kuda
  • Bebek, angsa dan kalkun
  • Kacang-kacangan: kacang kedelai (termasuk hasil olahan seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping
  • Sayuran: kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur kuping, daun singkong, daun pepaya, kangkung
  • Keju, telur, krim, es krim, kaldu atau kuah daging yang kental
  • Buah-buahan tertentu seperti durian, nanas dan air kelapa
  • Makanan yang digoreng atau bersantan atau dimasak dengan menggunakan margarin/mentega
  • Makanan kaya protein dan lemak 
Ø  Tips Sehat bagi penderita asam urat
  • Konsumsi makanan yang mengandung potassium (kalium) tinggi seperti kentang, yogurt, dan pisang.
  • Konsumsi buah yang banyak mengandung vitamin C dan bersifat diuretik, seperti jeruk, pepaya, semangka dan stroberi.
  • Contoh buah dan sayuran untuk mengobati penyakit asam urat: buah naga, belimbing wuluh, jahe, labu kuning, sawi hijau, sawi putih, serai dan tomat.
  • Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi.
  • Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali dan sirup.
  • Jangan minum aspirin.
  • Jangan bekerja terlalu keras/kelelahan.
  • Pada orang yang kegemukan (obesitas), biasanya kadar asam urat cepat naik tapi pengeluaran sedikit, maka sebaiknya turunkan berat badan dengan olahraga yang cukup.
  • Sesuaikan asupan energi dengan kebutuhan tubuh, berdasarkan tinggi dan berat badan.
Untuk menyembuhkan penyakit ini ada beberapa hal yang harus dilakukan, diantaranya :
  • Menghindari makanan yang dapat meningkatkan asam urat, seperti jeroan (hati, ginjal, limpa, babat, usus, paru dan otak), hindari makanan laut (udang, kerang, cumi, kepiting); makanan kaleng (kornet, sarden dan ekstrak daging), telur, kaldu atau kuah daging yang kental.
  • Menghindari makanan seperti emping, melinjo, kangkung dan bayam, daun singkong, daun jambu mete, asparagus, buncis dan kembang kol. Hindari kacang-kacangan (kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, tempe, tauco, tauge, oncom) dan susu kedelai.
  • Menghindari makan buah durian, alpukat, nanas, air kelapa.
  • Hindari minuman dan makanan beralkohol.
  • Pada orang gemuk, asam urat biasanya naik sedangkan pengeluarannya sedikit, maka untuk keamanan, orang biasanya dianjurkan menurunkan berat badan.
  • Banyak minum air putih, karena dengan banyak minum air putih, kita dapat membantu membuang purin yang ada dalam tubuh.
Anda bisa mengikuti anjuran control (diet) untuk asam urat seperti yang akan kami jelaskan di bawah ini [10]:
  • Diet normal biasanya 600-1000 mg purin perhari. Sedangkan bagi penderita asam urat harus mengurangi kadar purin hingga kadar konsumsi sekitar 100 hingga 150 mg purin per hari.
  • Dianjurkan mengkonsumsi sayuran yang tidak mengandung purin minimal 300 gr per hari kecuali asparagus, kacang polong, buncis, kembang kol, banyam dan jamur agar tetap dihindari.
  • Untuk meningkatkan atau memacu pembuangan asam urat melalui urine atau kencing, makan sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi tidak kurang dari 100 gr per hari
  • Hendaknya mengkonsumsi protein nabati (protein asal tanaman) dengan aturan maksimal 1gr/kg berat badan per hari atau kira-kira 50-70 gr/hr
  • Memperbanyak minum air putih minimal 2,5 liter atau 10 gelas per hari dan mengkonsumsi buah-buahan yang banyak mengandung air.
Untuk mengoptimalkan proses diet untuk asam urat ini, kami juga menganjurkan untuk mengkomsi ramuan herbal penurun asam urat. Diantaranya adalah:
1.      Virgin Coconut Oil atau VCO
Untuk melihat manfaat dan khasiat Virgin Coconut Oil sebagai penurun asam urat, silahkan
http://www.vcosemeru.com/
2.      Gamat Gold atau Gamat Fit (Tripang Mas)
Untuk melihat manfaat dan gamat (Tripang Mas) sebagai pembasmi asam urat, silahkan
http://www.jellygamatgold.net/; http://www.nurusy-syifa.com/produk.
3.      Minyak Zaitun dan Minyak Habbatussauda
Untuk info manfaat dan khasiat Zaitun dan Habbatussauda bisa Anda kunjungi
www.minyakhabbatussaudazaitun.com.
4.      Obahama
Untuk melihat manfaat dan khasiat Obahama sebagai penurun asam urat, silahkan http://vicomasinternasional.com/product/81-home-slide/88-obahama.
Ø  Berikut contoh resep herbal untuk menurunkan asam urat tinggi [Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma. (2008)].
1)   Resep 1.
-       Bahan : 25 gram jahe merah + 10 gram sambiloto + 60 gram akar alang-alang + 30 gram temu lawak.
-       Cara Pembuatan : Bahan-bahan dicuci bersih, dipotong-potong, direbus dengan 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas, disaring, diminum 2 kali sehari, setiap kali minum 200 cc.
2)   Resep 2.
-       Bahan : 2 buah mengkudu + 30 gram krokot + 15 gram pegagan + 15 lembar daun salam.
-       Cara Pembuatan : Bahan-bahan dicuci bersih, dipotong-potong, direbus dengan 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas, disaring, diminum 2 kali sehari, setiap kali minum 200 cc.
3)   Resep 3.
-       Bahan : 30 gram daun kumis kucing + 15 gram meniran + 15 gram ceplukan + 25 gram kunyit.
-       Cara Pembuatan : Bahan-bahan dicuci bersih, dipotong-potong, direbus dengan 4 gelas air hingga tersisa 2 gelas, disaring, diminum 2 kali sehari, setiap kali minum 200 cc.
* Catatan : pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur. Untuk perebusan gunakan periuk tanah, panci kaca/pyrex atau panci enamel.
 -----***-----
Catatan Kaki :
1.      ^ "Uric Acid." Biological Magnetic Resonance Data Bank. Indicator Information
3.      dr. Sagiran, M.Kes., Sp.B. 2007. Mukjizat Gerakan Sholat. QultumMedia. Tanggerang.
4.      Prof. H.M. Hembing Wijayakusuma. 2008. Makanan Sehat Untuk Asam Urat. http://portal.cbn.net.id/cbprtl/cybermed/detail.aspx?x=Hembing&y=cybermed|0|0|8|105
5.      ^ (Inggris)"[Physiology and biochemistry of uric acid]". Membrane Biology Program & Renal Division, Brigham and Women's Hospital and Harvard Medical School; Hediger MA. Diakses 2010-11-28.
6.      ^ asamurat.org
8.      http://www.penyakitasamurat.net/?Gejala_dan_Tanda_Penyakit_Asam_Urat
 -----***----
Lampiran 1 :
TABEL NORMAL PEMERIKSAAN LABOLATORIUM
NO
PEMERIKSAAN HEMATOLOGI
SATUAN
NILAI NORMAL
1
Hemoglobin
g/dl
L : 13,0 – 17,0
P : 12,0 – 15,0
2
Lekosit
/mm3
4-11 (Ribu)
3
Trombosit
/mm3
150-400 (Ribu)
4
Hematrokit
%
L : 40-50 %
P : 35-47 %
5
Eritrosit
/mm3
L : 4,5-6,7 (Juta)
P : 4,0-5,4 (Juta)
6
LED (BBS)
½ Jam
1  Jam
2  Jam

- Eosinifil
- Basofil
- Batang
- Segmen
- Limfosit
- Monosit

mm/jam
mm/jam
mm/jam

%
%
%
%
%
%

L : 0-15
P : 0-20


1-3 %
0-1 %
2-5 %
50-65 %
20-45
2-8 %
7
Glukosa Sewaktu/ Reduksi
Mg/dl
70-110
8
Asam Urat
Mg/dl
L : 3,4-7,0
P : 2,4-6,7
9
Cholesterol Total
Mg/dl
< 200
10
LDL Cholesterol
Mg/dl
< 150
Sumber : dr. Sagiran, M.Kes., Sp.B. (2007).
 
Lampiran 2 :
DAFTAR MAKANAN MENGANDUNG ZAT PURINE TINGGI
Daftar  Makanan Tinggi Purine
Makanan
Asam Urat (mg/100g)
Teobromin (kafein cokelat)
2300
Limpa domba/kambing
773
Hati sapi
554
Ikan sarden
480
Jamur kuping
448
Limpa sapi
444
Daun melinjo
366
Paru-paru sapi
339
Kangkung, bayam
290
Ginjal sapi
269
Jantung sapi
256
Hati ayam
243
Jantung domba/kambing
241
Ikan teri
239
Udang
234
Biji melinjo
222
Daging kuda
200
Kedelai & kacang-kacangan
190
Dada ayam dg kulit
175
Daging ayam
169
Daging angsa
165
Lidah sapi
160
Ikan Kakap
160
Tempe
141
Daging bebek
138
Kerang
136
Udang Lobster
118
Tahu
108
Sumber : http://majalahkesehatan.com/pantangan-dan-anjuran-bagi-penderita-asam-urat/
Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

INSAN MANDIRI FARM iNDONESIA
Lihat profil lengkapku

Domain .COM Termurah

Hosting Unlimited Indonesia